banner large
banner large

Rehabilitasi Irigasi Capai 50 Persen, Petani Desa Wonomerto Sambut Harapan Baru untuk Masa Tanam

Komentar
X
Bagikan

Lampung Utara – pro dan kontra

Proyek rehabilitasi saluran irigasi Way Merah – way tirta shinta, di Desa Wonomerto, Kabupaten Lampung Utara, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga akhir November, proses perbaikan yang dilaksanakan melalui program Kementerian Pekerjaan Umum tersebut telah mencapai sekitar 50 persen, meliputi perbaikan struktur saluran lama, penguatan pasangan, pembersihan sedimen, hingga normalisasi jalur aliran menuju kawasan persawahan.

banner 300x250

Pengawas Pelaksana Lapangan, Rizal Setiawan, menjelaskan bahwa rehabilitasi ini difokuskan untuk memulihkan fungsi saluran yang selama ini menurun akibat kerusakan berulang. Sejumlah titik bangunan lama mengalami degradasi struktural, mulai dari pasangan retak, perubahan kemiringan, hingga abrasi dasar saluran.

“Kerusakan-kerusakan itu kami perbaiki satu per satu. Struktur lama yang rapuh kami bongkar dan diganti dengan pasangan baru yang lebih kuat. Sedimen yang menumpuk juga kami keruk untuk mengembalikan kapasitas aliran. Dengan normalisasi ini, debit air bisa kembali stabil dan mengairi sawah sesuai desainnya,” ujar Rizal. Jumat (28/11/2025)

Ia menegaskan bahwa pembersihan sedimen menjadi salah satu prioritas utama untuk memulihkan elevasi dasar saluran agar aliran air lebih lancar. Selain itu, penguatan titik-titik rawan dengan beton sikat dan revetment juga dilakukan untuk meminimalkan potensi kerusakan ulang, terutama saat musim penghujan.

Menurut Rizal, seluruh proses ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan jaringan irigasi berfungsi optimal.

“Ini menyangkut kebutuhan dasar petani. Kami diminta menjaga kualitas pekerjaan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat setelah proyek rampung,” tegasnya.

Meski aliran air belum dapat dinikmati karena pengerjaan masih berlangsung, warga menyambut baik upaya rehabilitasi tersebut. Heri, salah satu petani, mengatakan perbaikan irigasi ini memberi harapan besar terhadap peningkatan produktivitas pertanian desa.

“Airnya memang belum mengalir karena masih dikerjakan, tapi terlihat pengerjaannya rapi dan dibenahi dari dasar. Kalau nanti sudah normal, kami yakin pola tanam bisa kembali teratur. Itu sangat menguntungkan petani,” ujarnya.

Selama bertahun-tahun, saluran irigasi lama sering tersumbat sedimen, sehingga aliran air tidak pernah merata ke seluruh petak sawah. Heri berharap rehabilitasi ini menjadi solusi permanen.

Sementara itu, Leman, warga lainnya, menilai proyek irigasi tersebut sebagai pondasi penting bagi ketahanan pangan desa.

“Kalau saluran sudah kuat dan lancar, petani tidak lagi khawatir kekurangan air. Risiko gagal panen bisa ditekan, dan ekonomi desa ikut bergerak,” kata Leman.

Ia menambahkan bahwa infrastruktur irigasi yang baik juga dapat meningkatkan minat generasi muda untuk tetap bertani.

Tak berbeda, Ryan, warga lainnya, menyebut pekerjaan rehabilitasi ini sebagai bukti kepedulian pemerintah terhadap desa-desa agraris.

“Materialnya bagus, struktur lama diperbaiki total. Kalau selesai sesuai desain, irigasi ini bisa memulihkan produktivitas sawah yang menurun beberapa tahun terakhir. Itu manfaat besar bagi desa yang hidup dari pertanian,” ujarnya.

Ryan optimistis bahwa lancarnya arus air nantinya tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga menghemat biaya operasional petani.

Dengan progres yang telah mencapai separuh perjalanan dan dukungan penuh masyarakat, rehabilitasi irigasi Wonomerto diharapkan selesai tepat waktu dan kembali menjadi infrastruktur vital bagi produktivitas pertanian di Lampung Utara.

( Sudirman)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *